Dokter spesialis gizi klinik adalah ahli yang fokus pada masalah kesehatan pasien terkait dengan gizinya. Dokter juga bekerja sama dengan ahli lainnya untuk memberikan terapi medis sesuai dengan riwayat penyakit dan kondisi kesehatan pasien.
Adapun penyakit yang ditangani langsung oleh dokter spesialis gizi klinik, antara lain:
Dokter dapat mengatasi penyakit yang berkaitan dengan status gizi seseorang, antara lain kekurangan vitamin dan mineral, obesitas atau gangguan nutrisi rendah pada bayi, anak-anak, wanita hamil, ibu menyusui dan lansia.
Dokter memberikan nutrisi yang cukup bagi pengidap gangguan saluran pencernaan, penurunan fungsi hati dan gangguan metabolisme. Mereka juga menangani masalah pada organ paru-paru, ginjal, saluran kemih, jantung dan pembuluh darah.
Beberapa penyakit terkait sistem imun yang bisa diatasi dengan dokter spesialis gizi klinik adalah kekurangan nutrisi pada pengidap HIV/AIDS dan perawatan gizi pada pengidap kanker.Perawatan Gizi pada Luka
Dokter berwenang dalam mengevaluasi status gizi dan kebutuhan nutrisi pada pasien yang mengidap luka berat, seperti luka bakar atau orang yang membutuhkan tindakan operasi.
Beberapa jenis gangguan makan yang bisa diatasi oleh dokter spesialis gizi klinik, antara lain anoreksia (sangat kurus dan takut mengalami kenaikan berat badan) serta bulimia (memuntahkan kembali makanan yang dimakan).
Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa, yaitu mereka yang setelah mencapai gelar dokter melanjutkan studi spesialis, yakni kedokteran jiwa atau yang kerap disebut psikaitri (ilmu yang berfokus pada kesehatan jiwa).
Dokter anestesi merupakan dokter spesialis yang bertanggung jawab untuk memberikan anestesi atau pembiusan kepada pasien yang hendak menjalani prosedur bedah atau operasi dan prosedur medis lainnya.
Dokter anestesi merupakan bagian dari tim bedah yang bekerja sama dengan dokter bedah dan perawat. Tindakan anestesi yang dilakukan dokter spesialis ini berupa pemberian obat-obatan sedatif dan antinyeri agar pasien tertidur dan tidak merasakan nyeri selama prosedur operasi.
Secara garis besar, tanggung jawab dokter anestesi antara lain:
Dokter anestesi memiliki tugas baik sebelum operasi, saat operasi berlangsung, dan setelah operasi. Berikut penejalasannya:
Tanggung jawab dokter anestesi dimulai dari sebelum prosedur operasi dilaksanakan. Di tahap ini, dokter anestesi bertugas membuat evaluasi sebelum pembiusan, yakni memastikan kondisi pasien layak untuk menjalani operasi.
Selain itu, dokter anestesi juga akan membuat rencana anestesi yang sesuai dengan kondisi pasien. Hal ini termasuk jenis anestesi yang akan digunakan dan metode alat bantu napas yang akan diberikan.
Beberapa hal yang menjadi pertimbangan dokter anestesi sebelum memberikan pembiusan, antara lain:
Dokter anestesi akan memeriksa apakah pasien pernah dioperasi dan apa jenis operasinya, serta apakah pasien memiliki masalah kesehatan, misalnya diabetes atau sakit jantung,. Pasien juga diminta untuk memberi tahu dokter apakah dia atau anggota keluarganya punya alergi terhadap obat bius atau obat-obatan lainnya.
Dokter anestesi akan mempertimbangkan jenis operasi yang akan dilakukan sebelum memberikan pembiusan, misalnya pasien mungkin perlu anestesi umum untuk memastikan kenyamanan dan keamanan selama menjalani operasi besar.
Hasil pemeriksaan medis yang menjadi pertimbangan bagi dokter anestesi termasuk pemeriksaan fisik dan penunjang, seperti tes darah atau elektrokardiogram (EKG).
Menjelang operasi dimulai, dokter anestesi akan melakukan pembiusan pada pasien, dan memastikan pembiusan bekerja dengan baik.
Ketika operasi berlangsung, peran dokter anestesi masih diperlukan untuk mendampingi pasien selama operasi.
Selama prosedur berjalan, dokter anestesi akan memantau kondisi dan tanda-tanda vital pasien, seperti denyut dan irama jantung, pernapasan, serta tekanan darah. Selain itu, dokter anestesi juga akan mengawasi apakah pasien merasa kesakitan atau tidak.
Setelah operasi selesai, tugas dokter anestesi tidak ikut berhenti sampai di situ. Dokter anestesi masih bertanggung jawab memantau kesadaran dan kondisi pasien selama fase pemulihan.
Ini termasuk memeriksa kondisi pasien pascaoperasi dan kemungkinan adanya komplikasi. Dokter anestesi juga diperlukan untuk merawat nyeri yang muncul setelah operasi hingga pasien merasa nyaman.
Setiap dokter anestesi dilatih untuk menangani pasien di ruang operasi, tetapi tidak sedikit dokter anestesi yang mengambil subspesialisasi, misalnya di bidang perawatan pasien kritis yang membutuhkan perawatan intensif (Intensive Care Unit/ICU).
Ada juga dokter anestesi pediatrik yang menangani manajemen nyeri dan anestesi pada anak-anak, neuroanestesi yang menangani operasi bedah saraf, dan dokter anestesi yang mendalami bidang penanganan nyeri, misalnya nyeri kronik atau nyeri terkait kanker.
Dokter anestesi dibutuhkan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan kepada pasien yang menjalani operasi dan prosedur medis lainnya. Dokter anestesi juga turut bertanggung jawab atas keselamatan dan kesehatan pasien, serta pelaksanaan operasi yang sesuai prosedur.
Untuk itu, pasien atau keluarga pasien perlu berkonsultasi dengan dokter anestesi sebelum menjalani operasi.
Dokter spesialis anak (Sp.A), disebut juga dengan pediatris, adalah dokter yang memiliki spesialisasi dalam mendiagnosis dan menangani pasien berusia 0–18 tahun. Umumnya semua penyakit yang terjadi pada anak, baik masalah fisik, perilaku, hingga kesehatan mental, akan dirujuk ke dokter spesialis anak. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan dokter anak juga bekerja sama dengan dokter spesialis lainnya.
Misalnya saat menangani masalah kejiwaan, dokter anak akan bekerja sama dengan psikiatri, atau saat kondisi anak membutuhkan pembedahan, dokter anak akan bekerjasama dengan dokter spesialis bedah anak.
Rumah Sakit Isam Jakarta Cempaka Putih sukses meraih tempat terhormat dalam ajang Persi Award yang diselenggarakan oleh Persi. Dalam ajang ini makalah yang ditampilkan merupakan hasil penelitian dan atau pengembangan yang memiliki nilai inovasi, efektif, dan efisien dan mudah untuk dilaksanakan yang ditujukan untuk kepuasan pelanggan. Perhelatan ini diikuiti diikuti 128 rumah sakit seluruh Indonesia yang mengirimkan 235 makalah dalam tujuh kategori.
Prestasi yang diraih :
"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan" QS Arrahman : 13, 16, 18, 21, 23, 25, 28, 30, 32, 34, 36, 38, 40, 42, 45, 47, 49, 51, 53, 55, 57, 59, 61, 63, 65, 67, 69, 71, 73, 75, dan 77
© 2018-2024. Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih
Admin
Keluhan, Kritik dan Saran
Keluhan, Kritik dan Saran (Senin-Jum'at: 08.00-16.00 WIB) Diluar jam mohon maaf bila lambat merespon..
07:00Informasi
Medical Check Up
Info dan Pendaftaran Medical Check Up.
07:00Pendaftaran Rawat Jalan
Khusus Pasien BPJS
Pendaftaran Pasien Rawat Jalan Khusus Pasien BPJS (booking maksimal H-1. Baca syarat dan ketentuan.
07:00Pendaftaran Rawat Jalan
Pribadi, Asuransi, dan Perusahaan
Pasien Rawat Jalan dengan Jaminan Pribadi, Asuransi, dan Perusahaan.
07:00