Masalah kesehatan yang sering terjadi pada lansia berbeda dari orang dewasa. Gangguan kesehatan yang terjadi pada lansia merupakan akibat dari proses alami karena adanya penurunan beberapa fungsi dalam tubuh lansia itu sendiri.
Mengenali masalah kesehatan pada lansia perlu dilakukan dan dimengerti oleh siapa saja yang banyak berhubungan dengan perawatan lansia agar dapat memberikan perawatan sesuai dengan kebutuhan mereka untuk mencapai derajat kesehatan lansia yang seoptimal mungkin.
Masalah kesehatan sering yang terjadi pada lansia adalah sebagai berikut:
Kurang bergerak: gangguan fisik, jiwa, dan faktor lingkungan dapat menyebabkan lansia kurang bergerak. Penyebab yang paling sering adalah gangguan tulang, sendi dan otot, gangguan saraf, dan penyakit jantung dan pembuluh darah.
Gangguan buang air kecil: keluarnya air seni tanpa disadari, dalam jumlah dan kekerapan yang cukup mengakibatkan masalah kesehatan atau social yang akan memperburuk kualitas hidup lansia tersebut. Lansia kemudian sering mengurangi minum dengan harapan untuk mengurangi keluhan tersebut, hal ini berdampak pada kekurangan cairan dan juga berkurangnya kemampuan kandung kemih.
Gangguan intelektual: merupakan kumpulan gejala klinik yang meliputi gangguan fungsi intelektual dan ingatan yang cukup berat sehingga menyebabkan terganggunya aktivitas kehidupan sehari-hari.
Kejadian ini meningkat dengan cepat mulai usia 60 sampai 85 tahun atau lebih, yaitu kurang dari 5 % lansia yang berusia 60-74 tahun mengalami dementia (kepikunan berat) sedangkan pada usia setelah 85 tahun kejadian ini meningkat mendekati 50 %. Salah satu hal yang dapat menyebabkan gangguan interlektual adalah depresi sehingga perlu dibedakan dengan gangguan intelektual lainnya.
Infeksi: merupakan salah satu masalah kesehatan yang penting pada lansia, karena selain sering didapati, juga gejala tidak khas bahkan asimtomatik yang menyebabkan keterlambatan di dalam diagnosis dan pengobatan serta risiko menjadi fatal meningkat pula.
Beberapa faktor risiko yang menyebabkan lansia mudah mendapat penyakit infeksi karena kekurangan gizi, kekebalan tubuh:yang menurun, berkurangnya fungsi berbagai organ tubuh, terdapatnya beberapa penyakit sekaligus (komorbiditas) yang menyebabkan daya tahan tubuh yang sangat berkurang. Selain daripada itu, faktor lingkungan, jumlah dan keganasan kuman akan mempermudah tubuh mengalami infeksi.
Gangguan pancaindera, komunikasi, penyembuhan, dan kulit: akibat proses menua semua pancaindera berkurang fungsinya, demikian juga gangguan pada otak, saraf dan otot-otot yang digunakan untuk berbicara dapat menyebabkn terganggunya komunikasi, sedangkan kulit menjadi lebih kering, rapuh dan mudah rusak dengan trauma yang minimal.
Sulit buang air besar (konstipasi): beberapa faktor yang mempermudah terjadinya konstipasi, seperti kurangnya gerakan fisik, makanan yang kurang sekali mengandung serat, kurang minum, akibat pemberian obat-obat tertentu dan lain-lain.
Akibatnya, pengosongan isi usus menjadi sulit terjadi atau isi usus menjadi tertahan. Pada konstipasi, kotoran di dalam usus menjadi keras dan kering, dan pada keadaan yang berat dapat terjadi akibat yang lebih berat berupa penyumbatan pada usus disertai rasa sakit pada daerah perut.
Depresi: perubahan status sosial, bertambahnya penyakit dan berkurangnya kemandirian sosial serta perubahan-perubahan akibat proses menua menjadi salah satu pemicu munculnya depresi pada lansia.
Namun demikian, sering sekali gejala depresi menyertai penderita dengan penyakit-penyakit gangguan fisik, yang tidak dapat diketahui ataupun terpikirkan sebelumnya, karena gejala-gejala depresi yang muncul seringkali dianggap sebagai suatu bagian dari proses menua yang normal ataupun tidak khas.
Gejala-gejala depresi dapat berupa perasaan sedih, tidak bahagia, sering menangis, merasa kesepian, tidur terganggu, pikiran dan gerakan tubuh lamban, cepat lelah dan menurunnya aktivitas, tidak ada selera makan, berat badan berkurang, daya ingat berkurang, sulit untuk memusatkan pikiran dan perhatian, kurangnya minat, hilangnya kesenangan yang biasanya dinikmati, menyusahkan orang lain, merasa rendah diri, harga diri dan kepercayaan diri berkurang, merasa bersalah dan tidak berguna, tidak ingin hidup lagi bahkan mau bunuh diri, dan gejala-gejala fisik lainnya.
Pada lansia sering timbul depresi terselubung, yaitu yang menonjol hanya gangguan fisik saja seperti sakit kepala, jantung berdebar-debar, nyeri pinggang, gangguan pencernaan dan lain-lain, sedangkan gangguan jiwa tidak jelas.
Kurang gizi: kekurangan gizi pada lansia dapat disebabkan perubahan lingkungan maupun kondisi kesehatan. Faktor lingkungan dapat berupa ketidaktahuan untuk memilih makanan yang bergizi, isolasi sosial (terasing dari masyarakat) terutama karena gangguan pancaindera, kemiskinan, hidup seorang diri yang terutama terjadi pada pria yang sangat tua dan baru kehilangan pasangan hidup, sedangkan faktor kondisi kesehatan berupa penyakit fisik, mental, gangguan tidur, alkoholisme, obat-obatan dan lain-lain.
Penyakit akibat obat-obatan: salah satu yang sering didapati pada lansia adalah menderita penyakit lebih dari satu jenis sehingga membutuhkan obat yang lebih banyak, apalagi sebagian lansia sering menggunakan obat dalam jangka waktu yang lama tanpa pengawasan dokter dapat menyebabkan timbulnya penyakit akibat pemakaian obat-obat yaqng digunakan.
Gangguan tidur: Berbagai keluhan gangguan tidur yang sering dilaporkan oleh para lansia, yakni sulit untuk masuk dalam proses tidur. tidurnya tidak dalam dan mudah terbangun, tidurnya banyak mimpi, jika terbangun sukar tidur kembali, terbangun dinihari, lesu setelah bangun dipagi hari.
Daya tahan tubuh yang menurun: daya tahan tubuh yang menurun pada lansia merupakan salah satu fungsi tubuh yang terganggu dengan bertambahnya umur seseorang walaupun tidak selamanya hal ini disebabkan oleh proses menua, tetapi dapat pula karena berbagai keadaan seperti penyakit yang sudah lama diderita atau baru saja di dapat
Setelah berolahraga tubuh kita sering merasa lelah, hal ini wajar terjadi karena saat berolahraga energi kita terkuras untuk kegiatan tersebut. Beberapa orang kemudian sempat bertanya-tanya apakah boleh makan setelah berolahraga?
Tubuh memerlukan nutrisi untuk segera melakukan proses pemulihan dan menyediakan cadangan glikogen baru untuk memberikan energi bagi tubuh. Jika energi dari glikogen tidak segera di dapat maka tubuh akan mencari sumber energi lain yang tidak tersedia yaitu protein yang berasal dari otot kita, sehingga kita akan mengalami proses katabolik. Katabolik adalah kehilangan massa otot akibat tidak segera disediakannya sumber energi yang berasal dari karbohidrat.
Setelah 15 menit selesai latihan, tubuh perlu mendapat 'makan' . Hal ini juga bertujuan untuk menstabilkan insulin dalam tubuh agar tidak drop. Bila insulin drop, akan terjadi gangguan sistem metabolisme tubuh, ini mengakibatkan proses pembakaran lemak saat berolahraga menjadi tidak maksimal.
Makanan apa yang tepat untuk dikonsumsi setelah berolahraga?, simak beberapa penjelasan berikut:
1. Gandum
Ketika berolah raga di pagi hari, kekosongan perut harus diisi kembali dengan menu sarapan yang tepat. Makanan berupa roti gandum merupakan pilihan yang tepat, karena mengandung banyak serat yang membantu mengembalikan energi yang hilang setelah berolahraga, dan akan bertahan hingga waktu yang lama.
2. Pisang
Pisang adalah buah yang sangat baik untuk dikonsumsi setelah berolahraga, karena buah ini banyak mengandung gula alami yang baik untuk penambah energi. Kandungan potassiumnya baik untuk mencegah dan meredakan kram otot. Serta kandungan antioksidannya untuk meningkatkan pertumbuhan sel-sel baru.
3. Tinggi Protein
Setelah berolahraga, konsumsilah makanan yang tinggi protein dan rendah lemak, karena protein sangat baik untuk membentuk otot Anda. Anda bisa mencoba menu seperti tuna, kacang-kacangan, tahu, bahkan dada ayam panggang.
4. Sayur-sayuran Hijau
Menu terbaik yang dianjurkan lainnya adalah sayuran. Mengonsumsi sayuran berwarna hijau sarat dengan nutrisi, yang dapat mengisi dan membangun kembali zat pada tubuh Anda yang hilang.
5. Buah-buahan dan Yoghurt
Anda telah membakar banyak kalori ketika berolahraga, saatnya menggantikan kalori yang hilang dengan buah-buahan segar dan yoghurt. Yoghurt akan memberikan Anda protein, sementara gula
alami dan antioksidan akan Anda dapat dari buah-buah segar.
Saat ini, sudah menjadi sesuatu yang lumrah kita melihat orang-orang disekitar kita baik muda ataupun tua, dewasa ataupun anak-anak, laki-laki atau perempuan, yang menghisap rokok. Kegiatan ini dilakukan diberbagai lokasi bahkan ditempat yang jelas-jelas dilarang untuk dilakukan seperti di kendaraan umum dan di dalam gedung yang ber-ac.
Walaupun jumlah perokok seakan tidak berkurang, namun setiap orang atau instansi yang peduli terhadap adanya dampak kesehatan yang diakibatkan karena merokok selalu berupaya berbagai hasil penelitian yang berhubungan dengan dampak dari merokok. Akibat merokok yang dipublikasikan adalah serangan jantung, kanker, gangguan kehamilan dan janin, dan impotensi. Namun diluar hal-hal tersebut ada berbagai akibat merokok yang jarang dipublikasikan, mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki, sebagai berikut:
Rambut Rontok
Rokok memperlemah sistem kekebalan, sehingga tubuh lebih rentan terhadap penyakit seperti lupus erythematosus yang menyebabkan rambut rontok.
Katarak
Katarak, yaitu memutihnya lensa mata yang menghalangi masuknya cahaya yang dapat menyebabkan kebutaan, 40% terjadi pada perokok. Rokok dapat menyebabkan katarak dengan cara mengiritasi mata dengan terlepasnya zat-zat kimia di paru-paru yang oleh aliran darah dibawa sampai kemata.
Kulit Keriput
Merokok dapat menyebabkan menuaan dini pada kulit karena rusaknya protein yang berguna untuk menjaga elastisitas kulit, terkikisnya vitamin A, dan terhambatnya aliran darah. Kulit perokok menjadi kering dan keriput terutama didaerah bibir dan mata.
Kanker Kulit
Merokok tidak menyebabkan melonoma, tetapi merokok dapat menyebabkan meningkatkan kemungkinan kematian akibat penyakit tersebut. Ditengarai bahwa perokok berisiko menderita cutaneus squamus cell kanker, sejenis kanker yang meninggalkan bercak pada kulit.
Hilangnya Pendengaran
Tembakau menyebabkan timbulnya endapan pada dinding pembuluh darah sehingga menghambat laju aliran darah ke dalam telinga bagian dalam. Perokok dapat kehilangan lebih awal daripada orang yang tidak merokok atau lebih mudah kehilangan pendengaran karena infeksi pendengaran.
Osteoporosis
Karbon monoksida, yaitu zat kimia beracun yang banyak terdapat pada gas buang mobil dan asap rokok lebih mudah terikat dalam darah, sehingga kemampuan udara untuk mengangkat oksigen turun 15% pada perokok, akibatnya tulang orang yang merokok kehilangan densitasnya menjadi lebih mudah patah/retak dan penyembuhannya 80% lebih lama.
Karies
Rokok mempengaruhi keseimbangan kimiawi dalam mulut, membentuk plak yang berlebihan, membuat gigi menjadi kuning, dan terjadi karies.
Disklori Jari-jari
Tar yang terdapat pada asap rokok terakumulasi pada jari-jari dan kuku yang meninggalkan warna kuning dan kecoklatan.
Tukak Lambung
Konsumsi tembakau menurunkan resistensi terhadap bakteri yang menyebabkan tukak lambung, juga meminimalisasi kemampuan lambung untuk menetralkan asam lambung setelah makan sehingga akan menggerogoti dinding lambung. Tukak lambung pada perokok lebih sulit disembuhkan.
Penyakit Beurger
Penyakit terjadi karena inflamasi pada arteri vena dan syaraf utama kaki yang mengakibatkan terhambatnya aliran darah dan bila dibiarkan tanpa perawatan akan mengarah kepada gangren (matinya sel tubuh) sehingga pasien perlu diamputasi.
MERS – CoV atau Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus, merupakan jenis baru dari kelompok Corona virus (Novel Corona Virus). Virus ini pertama kali dilaporkan pada bulan September 2012 di Arab Saudi. Virus SARS tahun 2003 juga merupakan kelompok virus Corona dan dapat menimbulkan pneumonia berat tetapi berbeda dengan virus MERS-CoV.
MERS-CoV adalah penyakit sindrom pernapasan yang menyerang saluran pernapasan mulai dari yang ringan sampai dengan berat. Gejala yang timbul seperti demam, batuk dan sesak nafas yang bersifat akut.
Cara penularan MERS-CoV
Virus ini dapat menular antar manusia secara terbatas, dan tidak terdapat transmisi penularan antar manusia yang berkelanjutan. Kemungkinan penularannya dapat melalui :
Pencegahan dan Pengobatannya
Karena masih tergolong sebagai penyakit baru, belum ada vaksin khusus yang dapat mencegah terjadinya penyakit ini. Bila seseorang terkena penyakit MERS-CoV maka diberikan pengobatan sesuai kondisi pasien. Hingga kini, pengobatan yang diberikan hanya difokuskan pada penanganan akan komplikasi dari penyakit ini. Tindakan isolasi dan karantina mungkin dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit MERS-CoV, kuncinya adalah penanganan yang cepat dan tepat karena mutasi virus Corona sangat cepat sehingga lambatnya penanganan diberikan akan semakin meningkatkan angka kematian.
Secara umum, untuk melindungi diri dari penyakit saluran pernapasan, hendaknya lakukan beberapa langkah pencegahan sebagai berikut:
Di bagian awal ingin menampilkan beberapa “ ungkapan “ yang dapat meningkatkan apresiasi kita terhadap customer,
Pelanggan Adalah Pohon Harta Yang Selalu Akan Menghasilkan Buah Kekayaan Buat Perusahaan. Perusahaan Yang Cerdas Akan Menjaga Kebahagiaan Pelanggan Dengan Pelayanan Yang Penuh Rendah Hati.” – Djajendra
Pelanggan adalah raja..
Anda tidak pernah diberi masalah tanpa ada hikmahnya, kita diberi hikmah dengan menghadapi orang – (Richard Bach, Illusions)
"Orang yang kecewa punya sedikit kesabaran"
"Satu-satunya cara terbaik untuk mengatasi munculnya pertengkaran adalah dengan menghindarinya." (Dale Carnegie)
"Anda tidak pernah mendapat kesempatan kedua untuk memberikan kesan pertama"
"Setiap orang yang mampu memberikan kasih tidak akan pernah hancur, terasing, selalu bebas, netral dan berkembang" (Jhon Roger)
Intinya adalah customer itu sangat penting dan harus selalu dipuaskan terlepas bahwa customer itu sendiri bisa saja pada posisi yang salah, karena pada dasarnya customer ( baca pasien ) adalah orang yang bermasalah dan dengan masalahnya datang kepada kita untuk mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan.. dan dengan sejuta permasalahan customer bisa menjadikan dua hal yaitu kemunduran atau kemajuan rumah sakit. Perlu dilihat kembali bahwa setiap organisasi seperti juga rumah sakit mempunyai tujuan untuk tumbuh dan berkembang. Bukan hanya passive survive tapi juga ekspansi secara terus menerus. Pada perspektif ini customer menjadi target oriented. Pokoknya everything for customer....!
Seperti falsafah RS Islam Jakarta Cempaka Putih yang juga kita yakini dalam melaksanakan pelayanan, Inilah falsafah pelayanan prima, “ Pengembangan sistem pelayanan perlu dimulai dengan inisiatif, kreatifitas, dan tanggungjawab untuk menciptakan dinamika kehidupan yang lebih baik lagi bagi para pelanggan.”
Tentunya banyak hal yang harus kita managedan tindakan adalah sesuai peran dan tanggung jawab masing masing. Ada yang struktural dan ada pula yang fungsional.
Salah satu yang penting dalam aspek pelayanan sehari hari adalah komunikasi kepada customer internal maupun eksternal. Kadang-kadang kita lebih fokus mementingkan komunikasi kepada customer eksternal seperti pasien dan keluarganya, padahal komunikasi kepada siapa pun sama pentingnya. Bisa dikatakan petugas rumah sakit yang puas terhadap komunikasi efektif sesama petugas akan menularkan perilaku berkomunikasi yang baik kepada pasien atau keluarganya.
Mari kita lihat kata kata yang sehari-hari keluar dari ucapan kita kepada customer internal maupun eksternal, yang sepertinya kita anggap lumrah, namun sebenarnya kata-kata ini menimbulkan persepsi yang “kurang pas“ dan perlu kita gunakan bahasa pelancar komunikasi seperti di bawah ini ...
Dan respon terbaik kita dalam menanggapi komunikasi pasien terhadap kita adalah, seperti contoh di bawah ini.
1. “ Saya ingin termasuk dalam daftar alamat pelanggan utama” (respon kita : Dengan senang hati saya akan menambahkan nama Ibu pada daftar tersebut. Daftar ini diperuntukkan bagi pelanggan yang memenuhi kualifikasiya itu membayar Rp… jangan katakan “ Bapak harus bayar sekian untuk jadi member “)
2. “ Mengapa saya belum menerima pengembalian pembayarannya? ( respon kita “ Maaf atas penundaan tersebut, tampaknya formulir tidak dilengkapi dengan benar, saya akan membantu memperbaikinya...... hal ini jika terjadi karena ada form yang belum diisi lengkap, jangan kita katakan “ karena Bapak belum mengisi formulir dengan benar “ )
3.“ Bagaimana saya bisabertemu dengan BuTina ? ( respon kita, Maaf Bu Tina tidak ada di tempat beliau sedang tugas luar, Bapak bias menghubunginya selama jam kerja, yaitu senin sampai jumat, biar nanti saya teruskan padanya bahwa Bapak Andi menghubunginya )
4.” Saya menerima pembayaran kembali Rp 25.000 padahal seharusnya Rp 50. 000” (respon kita “Maaf telah membuat Ibu bingung, saya akan lihat catatannya sehingga kita bias sama-sama tahu‘’)
5.“ Mengapa saya harus memberikan kartu identitas saya ? saya sudah menjadi pelanggan di sini bertahun-tahun“, (respon kita “Kami minta identitas untuk perlindungan, Saya tidak ingin keliru memberikan hak Bapak pada orang lain “ ...pelanggan tidak mau mendengar itu kebijakan, sebaiknya jelaskan bagaimana kebijakan itu bermanfaat bagi pelanggan )
7.”Saya tahu bagaimana perasaan anda“ (respon kita, lebihbaik : saya bias mengerti mengapa ibu Ani merasa demikian“ )
8. “ Wah anda benar-benar marah “(respon kita,lebih baik: saya mengerti bagaimana Bapak Amir bias jengkel)
Kita juga bisa menggunakan tehnik komunikasi terapeutik kepada teman sejawat, seperti situasi di bawah ini :
Kantor sangat berantakan. Teman sekerja meletakkan buku dan berkas sembarangan, buku-buku sering berserakan di meja dan sangat jarang dirapikan. Anda merasa tidak nyaman dan merasa malu kalau ada tamu yang ke kantor anda.
Bagaimana anda seharusnya melakukan konfrontasi ( pada saat yang tepat dan sudah ada trust) terhadap teman anda? .... seperti ini :
“ibu telah meletakkan berkas di atas meja dan buku-buku berserakan juga di meja ”. (clarify)
“Saya merasa tidak nyaman dikarenakan ruangan kita jadi berantakan tidak karuan” (Articulate)
“Saya lebih suka Ibu menyimpan barang barang di tempatnya secara rapi ” (Request)
“Dengan jalan itu ruangan ini akan tampak bersih dan nyaman sehingga ibu dan kita semua jadi betah dan tidak malu bila ada tamu (Encourage). Saya yakin ibu bisa membuat meja lebih rapi ( encourage )
Bahasa pelancar komunikasi di atas sebaiknya kita gunakan untuk memberikan kenyamanan dan kepuasan kepada orang lain. Ada juga kebiasaan mendengarkan yang buruk yang harus kita hilangkan menurut R. Lyman K. Steil, seperti di bawah ini :
Kenyataannya, bukan saja customer yang bisa kecewa, kita pun sebagai petugas bisa kecewa akibat ulah customer,,..karena kita masih manusia. (mirip syairnya lagu vokalis Candil ... ), nah untuk itulah kita perlu memahami hakekat kesabaran. Mari kita renungkan surat surat Alquran tentang kesabaran di bawah ini.
Dan Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّمَايُوَفَّىالصَّابِرُونَأَجْرَهُمْبِغَيْرِحِسَابٍ
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (Az-Zumar:10)
Dan Allah Ta’ala berfirman:
وَلَمَنْصَبَرَوَغَفَرَإِنَّذَلِكَلَمِنْعَزْمِالأُمُورِ
“Tetapi orang yang bersabar dan mema`afkan sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.” (Asy-Syuuraa:43)
يَاأَيُّهَاالَّذِينَءَامَنُوااسْتَعِينُوابِالصَّبْرِوَالصَّلاَةِإِنَّاللَّهَمَعَالصَّابِرِينَ
“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah:153)
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْحَتَّىنَعْلَمَالْمُجَاهِدِينَمِنْكُمْوَالصَّابِرِينَ
“Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kalian agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar diantara kalian.” (Muhammad:31)
Selain bersikap sabar, beberapa hal yang bisa kita lakukan adalah ....
- maaf saya tingga ldulu sekitar 10 menit untuk mengecek hal ini
- saya perlu mendiskusikan bagaimana sebaiknya memecahkan masalah ini
- Anda ingin saya melakukan apas ekarang ?
- Menurut anda cara apa yang adil untuk menyelesaikan masalah ini ?
- Apa yang bias membuat andas enang ?
Gunakanpengulangan yang sopan
Kalimat kalimat di atas bisa menjadi referensi dalam memberikan kenyamanan dan kepuasan customer atau pelanggan terhadap komunikasi serta memberi apresiasi nilai pelanggan yang sebernarnya.
Rumah sakit yang baik akan menyambungkan hatinya secara mendalam ke hati para pelanggannya. Mereka akan menyatu dalam satu perasaan dan satu persepsi dengan para pelanggannya. Mereka akan selalu mengembangkan dirinya secara bijaksana untuk memberikan segala kebaikan kepada pelanggannya. Mereka akan selalu belajar dari keluh kesah pelanggannya untuk menciptakan hal-hal terbaik buat pelanggan.
Rumah sakit yang baik tidak akan merasa sempurna dan sombong dengan pelayanan mereka, tapi selalu menunduk dengan penuh hormat untuk mendengarkan kritik dan saran dari para pelanggannya. Pelayanan rendah hati akan meningkatkan rasa hormat rumah sakit kepada pelanggan dan perlu fokus pada sisi-sisi kemanusian pelanggan, dengan cara memberikan semua harapan pelanggan sesuai janji-janjinya kepada customer atau pelanggan internal maupun eksternal.
Semoga kita semua diberi kekuatan untuk mewujudkan rumah sakit melayani customer sesuai dengan perspektif customer...............................................Amien ( Ina )
Expanding Maternal and Neonatal Survival (EMAS), merupakan program hasil kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan lembaga donor USAID, yang bertujuan untuk menurunkan AKI dan AKN di Indonesia sebesar 25%.
Dari hasil analisis, diyakini akan dapat diakselerasi apabila kematian ibu dan kematian neonatal dapat dikurangi secara signifikan. Upaya penurunan AKI dan AKN melalui program EMAS akan dilakukan dengan cara meningkatkan kualitas pelayanan emergensi obstetri dan bayi baru.
USAID bekerjasama dengan Muhammadiyah yang telah memiliki tidak kurang 457 rumah sakit, klinik, dan poliklinik tersebar di seluruh Indonesia merupakan jaringan yang sangat kuat dalam rangka menunjang program tersebut.
RS Islam Jakarta Cempaka Putih (RSIJCP) ditunjuk oleh PP Muhammadiayah untuk menjadi pilot project agar mampu memimpin seluruh rumah sakit islam lainnya dalam percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Neonatal (AKN) di Indonesia. Saat ini RSIJCP telah beberapa kali mendapat kunjungan baik dari USAID, Kemetrian Kesehatan dan Rumah Sakit-Rumah Sakit milik Muhammadiyah
Kerjasama antara USAID dengan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia dalam rangka mencapai MDgs adalah untuk menurunkan angka kematian Ibu dan Bayi. Untuk itu Muhamadiyah bersama dengan Aisyiah dan JHPiego, Save The children, RTI Internasional dan Lembaga Kesehatan Budi Kemuliaan melaksanakan Program EMAS ( Expanding Maternal and Neonatal Survival ) terutama di RS Muhamadiyah dan Aisyiah diseluruh Indonesia.
K-1 atau Kunjungan Pertama dilakukan di RS Islam Jakarta dan RS Budi Kemuliaan Jakarta pada tanggal 25 dan 26 Juli 2013 yang dihadiri dari RS Muhamadiyah dan Aisyiah Jawa Tengah , Jawa Timur , Makasar dan DKI Jakarta dan Banten. Tidak Lupa dari MPKU dan PWM dan PCM yang terkait diundang juga.
Tanggal 28 dan 29 Agustus 2013 telah diadakan kunjungan K2 EMAS di RS Islam Jakarta Cempaka Putih dan RS Islam Jakarta Pondok Kopi. Peserta dihadiri dari RS Muhamadiyah Taman Puring , RS Islam Jakarta Sukapura , RS Islam Jakarta Pondok Kopi dan tuan rumah sekaligus sebagai tim pendamping RS Islam Jakarta Cempaka Putih. Acara yang dibuka oleh dr Prastowo Sidi Pramono, Sp A yang mengajak semua melakukan perbaikan dengan daya dan upaya serta ilmu yang dimiliki sekaligus untuk selalu mendokumentasi dan mengevaluasi sebuah proses yang telah dilakukan di masing - masing RS.
Setelah dilakukan kunjungan ke unit kerja terkait baik di RS Islam Jakarta Cempaka dan Pondok Kopi maka dihari kedua dilakukan diskusi dan mencari solusi.
Acara ditutup oleh direktur Pelayanan Klinik yaitu dr Rahmat Mulyana M, Sp Rad pada tanggal 29 Agustus 2013 jam 15.45 wib.
Tindak lanjut akan dilakukan oleh tim klinis bersama MPKU dan RS Muhamadiyah Aisyiah di Indonesia
Tidak berapa lama lagi seluruh umat muslim akan merayakan Hari Raya Iedul Fitri. Setelah berpuasa sebulan penuh, sebagian umat muslim memilih merayakan hari kemenangan tersebut dengan sanak keluarga di kampung halamannya. Tradisi yang dikenal dengan istilah mudik ini memang merupakan peristiwa yang rutin dilakukan saat liburan hari raya, karena disaat itulah mereka dapat bersilaturrahmi dengan keluarga besar yang juga sengaja datang dari berbagai daerah bahkan negara.
Berlebaran di kampung halaman sering berarti meninggalkan rumah dan berbagai property lainnya di perantauan, hal ini perlu dipersiapkan juga karena bermacam kemungkinan dapat terjadi ketika rumah ditinggalkan tanpa penghuni apalagi dalam waktu yang cukup lama.
Tidak hanya mengunci semua jendela dan pintu rapat-rapat tetapi ada beberapa hal yang juga harus diperhatikan dan dilakukan saat akan meninggalkan rumah sebelum pergi liburan di Hari Raya Iedul Fitri, sebagai berikut:
1. Mencabut stop kontak listrik
Bahaya kebakaran sering mengintai rumah-rumah yang ditinggalkan penghuninya saat musim liburan, hal ini terjadi karena adanya hubungan jarak pendek dari listrik yang ada. Untuk mengantisipasinya, sebaiknya sebelum meninggalkan rumah seluruh alat listrik yang tersambung dengan stop kontak di cabut. Selain untuk menghindari risiko kebakaran juga untuk menghemat daya yang mungkin ada karena beberapa alat rumah tangga yang tersambung dengan stop kontak berada dalam posisi standby.
2. Menyalakan lampu teras
Walaupun rumah tidak ada penghuninya, sebaiknya tetap nyalakan lampu teras agar di malam hari rumah tidak gelap gulita, ini untuk menghindari risiko adanya orang yang berniat jahat mengincar barang-barang berharga di rumah.
3. Membuang sampah
Hal yang sering dilupakan di sela-sela kesibukan untuk persiapan perjalanan dan liburan di kampung halaman adalah tidak membuang sampah yang ada di dalam rumah, sehingga saat kembali dari liburan aroma tidak sedap menyeruak dari sampah-sampah tersebut, belum lagi bila jenis sampah basah yang ditinggalkan, sampah jenis ini menyebabkan pertumbuhan hewan seperti belatung. Maka sebaiknya, yakinkan bahwa tidak ada lagi sampah saat akan meninggalkan rumah.
4. Tidak meninggalkan pakaian kotor
Pakaian-pakaian kotor yang ditinggalkan dalam waktu yang cukup lama akan menimbulkan bau yang kurang sedap, sebaiknya minimalisir jumlah pakaian kotor yang menumpuk saat akan pergi berlibur. Selain untuk menghindari kemungkinan bau yang tidak sedap tadi, biasanya ada beberapa pakaian kotor yang dibawa pulang dari tempat berlibur, ini bisa menambah volume pakaian yang harus dicuci nantinya.
5. Beritahu tetangga
Selalu beritahu tetangga dekat atau petugas keamanan yang ada di lingkungan rumah saat akan pergi, tinggalkan juga nomor telepon yang dapat dihubungi setiap waktu agar mudah berkomunikasi bila memang diperlukan nanti.
6. Mengenal faktor risiko di lingkungan tempat tinggal
Setiap daerah mempunyai berbagai risiko masing-masing, kita harus mengenalinya agar dapat menurunkan kerugian saat benar-benar terjadi kemungkinan tersebut. Seperti misalnya bila tinggal di daerah yang berpotensi banjir, sebaiknya sebelum ditinggalkan berlibur, barang-barang yang dianggap berharga telah berada di tempat aman sehingga walaupun nanti terjadi banjir tidak terlalu banyak kerugian yang di derita.
Demikian tips sebelum meninggalkan rumah saat liburan Hari Raya Iedul Fitri, semoga bermanfaat.
Peringatan Hari Kesehatan Sedunia (HKS) tahun 2013 mengambil tema "Waspadai Hipertensi, Kendalikan Tekanan Darah" dengan tujuan menarik perhatian dunia pada dampak dan tantangan kesehatan akibat hipertensi di masyarakat. Hipertensi saat ini masih menjadi masalah utama di dunia. Menurut Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation, and Treatment on High Blood Pressure VII (JNC-VII), hampir 1 milyar orang menderita hipertensi di dunia. hal ini bisa dikatakan 1 dari 4 orang dewasa menderita tekanan darah tinggi. Sekitar 600 juta penderita tersebar di beberapa negara berkembang.Hasil penelitian dari MONICA (Multinational Monitoring Of Trends Determinants In Cardiovascular Diseases,)
Angka kejadian di Indonesia berkisar 2-18% diberbagai daerah. jadi di Indonesia saat ini kira-kira terdapat 20 juta orang penderita hipertensi.
Menurut laporan Badan Kesehatan Dunia atau WHO, hipertensi merupakan penyebab nomor 1 kematian di dunia. Data tahun 2010 di Amerika Serikat menunjukkan bahwa 28,6% orang dewasa berusia 18 tahun ke atas menderita hipertensi.
Walaupun sebagian besar dari mereka telah mengetahui bahwa mereka menderita hipertensi dan mengkonsumsi obat penurun tekanan darah, hanya 53,3% yang berhasil mengontrol tekanan darah dalam batas normal. Sedangkan untuk populasi di Indonesia, angka kejadian hipertensi itu berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskedas) Departemen Kesehatan tahun 2007 mencapai sekitar 31% dan angkanya pun meningkat 2-3 kali lipat.
Tekanan darah yang selalu tinggi adalah salah satu faktor risiko terjadi stroke, serangan jantung, gagal jantung dan aneurisma arterial, dan merupakan penyebab utama gagal ginjal kronis yang memerlukan dialysis.
Perilaku hidup sehat dapat mencegah terjadinya hipertensi dan memperpanjang harapan hidup manusia, cara yang dilakukan untuk mengendalikan tekana darah dengan :
Selain memantau fungsi ginjal secara berkala, beberapa kebiasaan sehat dapat membantu mempertahankan ginjal agar tetap sehat. Berikut ini tips cara sehat agar bisa memantau kesehatan ginjal :
© 2018-2024. Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih
Admin
Keluhan, Kritik dan Saran
Keluhan, Kritik dan Saran (Senin-Jum'at: 08.00-16.00 WIB) Diluar jam mohon maaf bila lambat merespon..
07:00Informasi
Medical Check Up
Info dan Pendaftaran Medical Check Up.
07:00Pendaftaran Rawat Jalan
Khusus Pasien BPJS
Pendaftaran Pasien Rawat Jalan Khusus Pasien BPJS (booking maksimal H-1. Baca syarat dan ketentuan.
07:00Pendaftaran Rawat Jalan
Pribadi, Asuransi, dan Perusahaan
Pasien Rawat Jalan dengan Jaminan Pribadi, Asuransi, dan Perusahaan.
07:00